Berita

SMPN 1 Rangkasbitung Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Rangkasbitung — SMPN 1 Rangkasbitung menetapkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi guru dan murid sebagai langkah antisipatif menyikapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kegiatan PJJ dilaksanakan pada 7 hingga 9 September 2026.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah.

Dalam pelaksanaannya, guru mata pelajaran berkoordinasi dengan wali kelas untuk memastikan kegiatan belajar berjalan sesuai jadwal. Pengawasan PJJ dilakukan secara langsung oleh Kepala SMPN 1 Rangkasbitung, dengan rangkaian kegiatan meliputi koordinasi, monitoring, dan evaluasi.

Setiap guru mata pelajaran melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal yang telah berlaku. Proses pembelajaran dilakukan secara daring dengan memanfaatkan berbagai media digital, seperti Zoom, Google Meet, maupun aplikasi interaktif lainnya.

Meskipun pembelajaran berlangsung dari jarak jauh, sekolah tetap menerapkan ketentuan kedisiplinan bagi murid. Selama PJJ, murid diwajibkan mengenakan seragam sekolah pada hari Senin, Selasa, dan Rabu.

Melalui pelaksanaan PJJ ini, SMPN 1 Rangkasbitung berupaya menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan di tengah kondisi yang ada. Selain aspek akademik, kebijakan tersebut juga mencerminkan komitmen sekolah terhadap keselamatan dan keberlangsungan aktivitas belajar mengajar.

Dengan mengusung visi “Religius, Kompetitif, Sehat, dan Berwawasan Lingkungan,” SMPN 1 Rangkasbitung terus mendorong terciptanya pembelajaran yang adaptif, disiplin, dan tetap berkualitas dalam berbagai situasi.