Rangkasbitung, 6 September 2026 — SMP Negeri 1 Rangkasbitung mengeluarkan pengumuman penting terkait pelaksanaan kegiatan sekolah pada Senin, 7 September 2026. Upacara bendera yang biasanya dilaksanakan pada awal pekan ditiadakan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebagai pengganti kegiatan upacara, sekolah mengarahkan seluruh peserta didik untuk mengikuti kegiatan mengaji di dalam kelas. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan dengan pendampingan wali kelas sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
Dalam pengumuman tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada seluruh murid. Siswa diminta untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar kelas, tetap tenang serta mematuhi arahan sekolah, dan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap keselamatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah. Dengan mengalihkan kegiatan di luar ruangan ke dalam kelas, proses pembelajaran dan pembinaan karakter tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan kondisi lingkungan.
Melalui langkah ini, SMPN 1 Rangkasbitung menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang religius, kompetitif, sehat, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mengajak seluruh murid untuk tetap disiplin dan mengikuti setiap arahan yang diberikan sekolah.
“Keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah menjadi prioritas. Tetap tenang, gunakan masker, dan ikuti arahan sekolah.”